Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bertajuk “Refleksi KJA: Pengisian SPT PPh Orang Pribadi dan PPh Badan Menggunakan Coretax & Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Narotama dan diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari Kantor Jasa Akuntan dan staf KJA dari seluruh wilayah Jawa Timur.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Basuki, M.Com (HONS), Ph.D., Ak., CA., CMA., ASEAN CPA. selaku Ketua IAI Wilayah Jawa Timur; Asoc. Prof. Dr. Arasy Alimudin, SE., MM., Rektor Universitas Narotama; Dr. Susan Sutedjo, S.E., M.M., M.Ak., Ak., CA., BKP., ACPA., CPA (Aust.), Ketua KAKJA IAI; serta Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, SE., Ak., M.Acc., M.Ec (Hons)., CA., Ketua KAPj IAI, yang menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme KJA seiring perkembangan regulasi dan sistem perpajakan digital.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemaparan teknis mengenai pengisian SPT PPh Orang Pribadi dan PPh Badan melalui Coretax Administration System. Materi mencakup pengenalan arsitektur Coretax, alur dan prosedur pengisian SPT, studi kasus, simulasi pengisian, serta identifikasi risiko dan kesalahan umum. Sesi ini disampaikan oleh perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I, yaitu Yani Ashari, Nurhayati, dan Siti Rahayu.
Sesi kedua membahas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2025, yang disampaikan oleh Hj. Ratna Madudari, SE., MH., M.Ak., Ak., CA., ASEAN CPA., dengan moderator Drs. Ec. Sugeng, MM., M.Ak., CA., Ak., ACPA., ASEAN CPA., CBV., CertDA., BKP., CRA., CRP. Diskusi menyoroti implikasi regulasi tersebut terhadap praktik profesional KJA serta penguatan tata kelola dan kepatuhan.
Melalui kegiatan ini, IAI Wilayah Jawa Timur mendorong KJA semakin siap menghadapi sistem perpajakan digital serta meningkatkan kualitas layanan secara profesional dan akuntabel. Refleksi KJA ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan jejaring antar KJA se-Jawa Timur guna memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan profesi ke depan.
