IAI Wilayah Jawa Timur Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Review Kurikulum Akuntansi Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur menerima kunjungan dari Program Studi D3 Akuntansi dan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam rangka permohonan review kurikulum. Kegiatan ini dilaksanakan di Grha Akuntan Jawa Timur, Surabaya, sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi akuntan dalam meningkatkan mutu pendidikan akuntansi.

Dari pihak IAI Wilayah Jawa Timur, kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Basuki, M.Com (HONS)., Ph.D., Ak., CMA., CA., ASEAN CPA., selaku Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, serta Prof. Juniarti, Dr. Dra., M.Si., Ak., CA., CMA., yang bertindak sebagai narasumber dalam proses review kurikulum.

Sementara itu, dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo hadir jajaran pengelola Program Studi D3 Akuntansi dan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi. Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan pandangan profesional agar kurikulum yang dikembangkan selaras dengan perkembangan standar akuntansi terkini, kebutuhan industri, serta tuntutan kompetensi dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, IAI Wilayah Jawa Timur menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan akuntansi melalui kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Dukungan tersebut diwujudkan antara lain melalui penyediaan narasumber kompeten dan berbagi praktik terbaik (best practices) dalam pengembangan kurikulum.

Sebagai tindak lanjut dari permohonan resmi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, IAI Wilayah Jawa Timur menyatakan kesediaannya mendukung kegiatan review kurikulum dengan menghadirkan narasumber sesuai bidang keahlian. Kegiatan review kurikulum dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Kantor IAI Wilayah Jawa Timur, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan Prof. Juniarti sebagai narasumber utama 

Melalui kegiatan ini, IAI Wilayah Jawa Timur berharap terjalin kerja sama yang semakin erat antara organisasi profesi dan institusi pendidikan tinggi, sehingga lulusan akuntansi memiliki kompetensi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing, serta siap menghadapi dinamika profesi akuntan di masa depan.


Bagikan artikel ini :